Senin, 22 November 2010
Are You a Perfectionist?
Jujur saja, saya tidak dilahirkan sebagai orang yang perfeksionis. Dulu, waktu saya mulai les piano classic, guru saya berkata 1 kalimat yang kemudian memberikan saya motivasi untuk melakukan segala sesuatu lebih baik.. Ia berkata "kamu bukan org perfeksionis, kamu harusnya selesaikan bagian not pertama sampai bisa, baru lanjutkan bagian not berikutnya."
Memang saya tipe orang yang tidak suka berlama-lama di satu bagian not, dan ingin langsung menyelesaikan semua PR dari guru saya tanpa harus perfect. Seperti banyak mahasiswa katakan, "ga usah bagus2 bkin tugasnya,yang penting kumpuuull"...
Tapi saya sadari, hal itu juga saya lakukan kepada semua kegiatan saya. Contohnya, dulu kalo saya kerja tugas makalah dan ada kesalahan satu kata, maka saya akan biarkan dan mungkin hanya di tip-ex. "Toh cuma satu kata," pikir saya..
Memang jadi org perfeksionis ada kelebihan dan kekurangannya.. Tapi kini saya belajar untuk SELALU lebih memperhatikan dan menyempurnakan hal-hal kecil yang mungkin "tidak penting".
Saya belajar juga dari satu org pemimpin gereja di Singapura, yaitu Kong Hee saat saya mengikuti Asia Conference 2008. Salah satu staff nya (sekretaris Kong Hee) bercerita..
Kong Hee: "bisakah kamu betulkan catatan ini?"
Secretary : "ini sudah sempurna dan tidak ada kesalahan"
Kong Hee: "Apakah kamu yakin? Saya melihat huruf di kata ini lebih kecil dari pada yang lainnya"
Secretary : "oh ya? ok akan saya betulkan"
Tenyata benar apa yang dikatakan Kong Hee. huruf di kata ini lebih kecil size nya daripada yang lainnya. Size huruf kata itu adalah 11 dan yang lainnya 12. Waoow menurut saya ini adalah salah satu hal yang luar biasa. Ia memperhatikan kesempurnaan suatu pekerjaan.
Jadi orang terlalu perfeksionis juga tidak baik. Ia MENUNTUT semuanya sempurna: tim kerja yang sempurna, org tua yang sempurna, keluarga yang sempurna, bagian tubuh yang sempurna, nilai yang sempurna,pasangan hidup yang sempurna,dsb. Mungkin org itu akan menjadi org yang tidak pernah bisa mengucap syukur.
Intinya adalah mari belajar menjadi lebih perfeksionis dalam hal-hal yang PERLU dijadikan sempurna. Dampaknya bagi kehidupan kita adalah bahwa kita akan menjadi seseorang yang mengerjakan segala sesuatu dengan akan disertai hasil yang baik. Tetapi bukan menjadi org yang superrrr perfeksionis dan selalu menuntut. Saya tidak suka dengan anggota kerja kelompok yang menuntut semuanya sempurna. Ada baiknya, tetapi banyak kali ia mengabaikan usaha yang diberikan teman2 lainnya yang memang mereka hanya bisa lakukan sebatas itu..
Mari mulai perhatikan hal-hal kecil yang sering kita abaikan, maka kita akan mulai bisa sempurna dalam hal-hal besar yang kita lakukan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar