Berbicara tentang iman, banyak orang kristen yang merasa sudah tak perlu mempelajarinya. Padahal, iman dalam diri seseorang perlu pertumbuhan, bukan hanya pernyataan di mulut bahwa ia mempunyai iman. Iman adalah kunci bagaimana Petrus si nelayan bisa menyembuhkan orang lumpuh, berjalan di atas air, Daniel lepas dari santapan singa, dan rasul-rasul lainnya yang mengadakan mujizat .
Mari kita sama-sama pelajari lebih dalam mengenai langkah-langkah iman.
#1 Knowledge
Seorang pengikut Kristus yang tidak punya pengetahuan akan firman Allah sudah pasti tidak mempunyai iman. Alkitab berkata "iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran akan firman Allah"... Seseorang tidak akan bisa percaya perkataan Yesus "mintalah dalam namaKu maka akan diberikan" jika ia tidak pernah tahu tentang perkataan Yesus itu. Jadikan pembacaan alkitab sebagai perenungan kita, bukan sebagai paksaan dan rutinitas, maka kita akan rasakan betapa janji-janji Tuhan adalah Ya dan Amin.
Seorang pengikut Kristus yang tidak punya pengetahuan akan firman Allah sudah pasti tidak mempunyai iman. Alkitab berkata "iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran akan firman Allah"... Seseorang tidak akan bisa percaya perkataan Yesus "mintalah dalam namaKu maka akan diberikan" jika ia tidak pernah tahu tentang perkataan Yesus itu. Jadikan pembacaan alkitab sebagai perenungan kita, bukan sebagai paksaan dan rutinitas, maka kita akan rasakan betapa janji-janji Tuhan adalah Ya dan Amin.
#2 Growing in Faith
(baca: Ibrani 4:2)
(baca: Ibrani 4:2)
Langkah kedua yang perlu ada dalam hidup orang percaya adalah bertumbuh dalam iman. Seseorang boleh punya pengetahuan Firman Allah tetapi jika ia tidak mengijinkan iman itu bekerja dalam dirinya, maka sama sekali tidak ada faedahnya. Saya berpikir, sewaktu Nuh membangun bahteranya selama 120 tahun, ia tidak membangun sendirian. Saya yakin ia mempunya tim untuk membangun bahtera raksasa tersebut. Para tukang pekerja Nuh pasti tahu apa tujuan dari pembuatan bahtera itu. Tetapi ironisnya, mereka tidak masuk di dalamnya. Mereka boleh tahu tentang tujuan bahtera ini dibuat, tetapi mereka tidak terlibat di dalamnya.
Saya pernah membaca 1 buku yang ditulis oleh Kenneth and Gloria Copeland, dan ia menulis tentang "Four Words That Works". Dalam bukunya mereka mengatakan ada empat kata yang dapat membuat hidupmu berkemenangan dalam iman, yaitu "I believe, I receive". Saat anda berputus asa dengan masalah kesehatan anda, katakan dengan iman "I believe, I receive my health" then your faith is released.
Mari kita sama-sama belajar dari Musa yang "tidak pandai bicara" itu:
Ibrani 11:27
"dengan iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka Raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan"
"dengan iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka Raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan"
Terjemahan Amplified bible akan lebih mengajar kita:
Hebrew 11:27 : " by faith he left Egypt behind him, being unawed and undismayed by the wrath of the king; for he never flinched but held staunchly to his purpose and endured steadfastly as one who gazed on Him Who is invisible."
Pertanyaannya adalah, sebagai orang percaya apakah kita sudah seperti Musa yang "never flinched but held staunchly to his purpose" (dengan tidak putus asa dan tetap teguh pada tujuannya) dan bergantung kepada Tuhan meskipun kita tidak melihat Dia?
# 3 Sharing Your Faith
Langkah ketiga yang harus dimiliki orang percaya setelah ia punya pengetahuan dan bertumbuh dalam iman adalah membagikan iman dan kesaksiannya bagi orang-orang sekitarnya. Paulus berkata dalam Filemon 1:6:
Langkah ketiga yang harus dimiliki orang percaya setelah ia punya pengetahuan dan bertumbuh dalam iman adalah membagikan iman dan kesaksiannya bagi orang-orang sekitarnya. Paulus berkata dalam Filemon 1:6:
"I pray you'll be active in sharing your faith so you have a full understanding of the blessings we have in Christ"
Iman yang kita bagikan bisa membuat mereka yang belum percaya menjadi percaya, dan yang sudah percaya menjadi lebih beriman, tentunya dengan kuasa Roh Kudus.
BELIEVING is the KEY to everything in the Kingdom of God
Lin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar