Minggu, 28 November 2010

Become Bolder, Better, Stronger


21 ------ TWENTY ONE......


Beberapa tahun lalu saya membaca sebuah slogan "tua itu pasti, dewasa itu pilihan"...
Memang hidup ini pilihan. Kita ga bisa menghentikan waktu yang berjalan but kita bisa pergunakan sebaik-baiknya agar kita semakin dewasa.

This is my wishes for this year. I want to become bolder, better, stronger.

And this year I hope will be my YEAR OF EXCELLENT



But the Lord said to him, "Go, for he is a chosen vessel of Mine to bear My name before Gentiles, kings, and the children of Israel.
"For I will show him how many things he must suffer for My name's sake."


ACT 9:15

Let My King be Lifted up... Hosannaaaaa!!

Senin, 22 November 2010

Are You a Perfectionist?



Jujur saja, saya tidak dilahirkan sebagai orang yang perfeksionis. Dulu, waktu saya mulai les piano classic, guru saya berkata 1 kalimat yang kemudian memberikan saya motivasi untuk melakukan segala sesuatu lebih baik.. Ia berkata "kamu bukan org perfeksionis, kamu harusnya selesaikan bagian not pertama sampai bisa, baru lanjutkan bagian not berikutnya."
Memang saya tipe orang yang tidak suka berlama-lama di satu bagian not, dan ingin langsung menyelesaikan semua PR dari guru saya tanpa harus perfect. Seperti banyak mahasiswa katakan, "ga usah bagus2 bkin tugasnya,yang penting kumpuuull"... 
Tapi saya sadari, hal itu juga saya lakukan kepada semua kegiatan saya. Contohnya, dulu kalo saya kerja tugas makalah dan ada kesalahan satu kata, maka saya akan biarkan dan mungkin hanya di tip-ex. "Toh cuma satu kata," pikir saya..
Memang jadi org perfeksionis ada kelebihan dan kekurangannya.. Tapi kini saya belajar untuk SELALU lebih memperhatikan dan menyempurnakan hal-hal kecil yang mungkin "tidak penting".

Saya belajar juga dari satu org pemimpin gereja di Singapura, yaitu Kong Hee saat saya mengikuti Asia Conference 2008. Salah satu staff nya (sekretaris Kong Hee) bercerita..
Kong Hee: "bisakah kamu betulkan catatan ini?"
Secretary : "ini sudah sempurna dan tidak ada kesalahan"
Kong Hee: "Apakah kamu yakin? Saya melihat huruf di kata ini lebih kecil dari pada yang lainnya"
Secretary : "oh ya? ok akan saya betulkan"

Tenyata benar apa yang dikatakan Kong Hee. huruf di kata ini lebih kecil size nya daripada yang lainnya. Size huruf kata itu adalah 11 dan yang lainnya 12. Waoow menurut saya ini adalah salah satu hal yang luar biasa. Ia memperhatikan kesempurnaan suatu pekerjaan.

Jadi orang terlalu perfeksionis juga tidak baik. Ia MENUNTUT semuanya sempurna: tim kerja yang sempurna, org tua yang sempurna, keluarga yang sempurna, bagian tubuh yang sempurna, nilai yang sempurna,pasangan hidup yang sempurna,dsb. Mungkin org itu akan menjadi org yang tidak pernah bisa mengucap syukur.

Intinya adalah mari belajar menjadi lebih perfeksionis dalam hal-hal yang PERLU dijadikan sempurna. Dampaknya bagi kehidupan kita adalah bahwa kita akan menjadi seseorang yang mengerjakan segala sesuatu dengan akan disertai hasil yang baik. Tetapi bukan menjadi org yang superrrr perfeksionis dan selalu menuntut. Saya tidak suka dengan anggota kerja kelompok yang menuntut semuanya sempurna. Ada baiknya, tetapi banyak kali ia mengabaikan usaha yang diberikan teman2 lainnya yang memang mereka hanya bisa lakukan sebatas itu..

Mari mulai perhatikan hal-hal kecil yang sering kita abaikan, maka kita akan mulai bisa sempurna dalam hal-hal besar yang kita lakukan.

Rabu, 17 November 2010

University -- Unity in Diversity



Emang perbedaan itu sebenernya ga bisa jadi penghalang buat kebersamaan... dulu waktu gua sMA, rasanya bener2 hanya satu ras yang ada di sekolah gua...
Tapi waktu gua masuk ke universitas, ketemu sama banyak orang yang beda suku dan agama, tapi tetep bisa temenan baik.. di kampus, gua punya 1 kelompok cewe2 yang selalu bareng.. di dalamnya ada org chinese, sunda, jawa, betawi, ama batak.. Banyak perbedaan di antara kami, tapi itulah yang bikin saling melengkapi. Ada yang galak, yang kalem (bukan "KAya LEMbu" yah..haha), ada yang pendiem, ada yang gampang ketawa..pokoknya komplit dah... hahahahaa...
Meskipun kadang ada perbedaan pendapat, tapi seperti kata Obama waktu dia pidato di UI "bhinneka tunggal Ika", Unity in Diversity...

FRIENDS FOREVEEERRR!

(Aaaaaaaa.. akhirnya gua balik lagi bisa isi blog... gara2 2 minggu ini charger laptop dihilangin..haha)

Sabtu, 06 November 2010

Salah Satu Ciri Orang Sombong


Banyak orang mengganggap dirinya tidak sombong, tetapi sesungguhnya merekalah yang sombong. Kesombongan kadang-kadang ga bisa disadari, tetapi orang lain bisa sadari.

Ukurlah dan ingatlah apakah anda adalah orang sombong atau bukan, dengan salah satu ciri ini:
ORANG YANG SOMBONG ADALAH ORG YG BISA TERSINGGUNG DENGAN ORANG SOMBONG.

Mungkin kalimat ini terdengar aneh, tapi inilah kenyataannya. Siapa yang tersinggung dengan orang sombong, ia pun sebenarnya org yang sombong. Ga usah jauh2, kalo kita pernah tersinggung sama temen kita yang memamerkan gadget yang lebih baik dari kita, kita pun sebenarnya sudah ikutan sombong..

So, bersyukurlah dan jangan tersinggung dengan kesombongan orang lain. Enjoying our life adalah anugerah dari Tuhan yang tak bisa diukur dengan apapun.

Kamis, 04 November 2010

Sayangi Kaki Anda




Sebanyak 8 dari 10 orang merasakan sakit pada kaki setidaknya satu kali dalam setahun di tahun 2009 kemarin, begitu hasil survei yang dilaporkan American Podiatric Medical Association. Lebih dari setengah responden mengeluhkan sakit pada tumit kaki. Yang lainnya merasakan kaki melepuh, kutil, saraf terjepit, dan cantengan.

Dennis Frisch, DPM, ahli penyakit kaki dari Boca Raton, Florida, mengatakan, "Sakit pada kaki tidaklah normal, namun kebanyakan orang mengabaikannya." Sekitar 35 persen dari mereka yang mengeluhkan rasa sakit pada tumit dalam survei tersebut mengatakan, mereka merasakannya sejak dua tahun atau lebih. Meski, tak ditampik Frisch, kaki akan mengalami rasa sakit seiring bertambahnya usia.

Berikut adalah 6 langkah mudah yang kadang terlewatkan oleh kita mengenai kaki yang aman dari rasa sakit.

1. Perhatikan kebersihan kaki dan pedikur
Masalah kaki amat mudah terabaikan, apalagi ketika Anda tipe yang selalu mengenakan sepatu tertutup. Namun, sedikit perhatian pada kaki bisa memastikan rasa nyaman pada kaki. Pastikan kuku kaki Anda dipotong melintang untuk mencegah cantengan, jangan membiasakan diri untuk mengorek sisi dalam kuku kaki terlalu keras.

Berikan pelembap pada kaki kering, selain untuk membuatnya terasa nyaman, juga untuk mencegah infeksi, karena bakteri bisa masuk melalui kulit yang kering dan terbuka. Karenanya, Frisch menyarankan, ketika Anda ingin pergi ke salon untuk mendapatkan pedikur, bawalah alat-alat milik Anda sendiri. Saat ini alat-alat pedikur sudah tersedia di toko alat-alat kecantikan dan salon.

2. Waspada perubahan akibat penambahan usia
Antisipasikan perubahan pada kaki seiring pertambahan usia. Meski perubahan akibat waktu bervariasi pada setiap orang, namun, rata-rata, kaki kita mengalami perubahan di usia 40-50an. Seiring bertambahnya waktu, kita lemak pada tumit kaki akan terkikis. Ini artinya, kita butuh sepatu yang lebih kokoh. Perubahan artritis bisa mulai terjadi, ibu jari bisa membelok, kuku bertambah tebal, membuat kita lebih mudah untuk terkena cantengan.

Ukuran kaki pun bisa berubah seiring bertambahnya usia. Umumnya, telapak kaki akan bertambah panjang dan lebar seiring otot tendon melemah. Jangan terkejut jika kaki Anda mengalami perubahan ukuran, pastikan Anda selalu mengukur kaki Anda setiap sebelum membeli sepatu.

3. Gunakan sepatu yang ukurannya tepat dan sesuai dengan aktivitas
Ketika mencoba menggunakan sepatu, pastikan sepatu tersebut tidak membuat kaki Anda tertekuk di dalamnya. Ukuran sepatu bisa berbeda dari merek ke merek. Karenanya, adalah hal yang bijaksana untuk selalu mengukur kaki Anda terlebih dulu di toko tempat Anda akan membeli sepatu tersebut. Belilah sepatu di sore atau malam hari, karena di waktu-waktu tersebut, kaki Anda berada dalam ukuran terbesarnya.

Jika Anda ingin membeli sepatu olahraga, entah itu untuk berjalan, berlari, atau aktivitas olahraga lain, carilah yang memang dibuat secara spesifik untuk kegiatan tersebut. Sepatu untuk berjalan, misalnya, memiliki fitur yang berbeda dari sepatu untuk berlari. Begitu juga jika kaki Anda memang sudah memiliki masalah, bicarakan dengan dokter kaki Anda mengenai sepatu yang paling tepat. Jangan lupa untuk membaca informasi mengenai spesifikasi sepatu sesuai kegiatan yang diperuntukkan.

4. Berikan sokongan pada lengkung di telapak kaki
Para spesialis kaki seringkali menyerukan akan pentingnya sokongan pada bagian melengkung di bagian telapak kaki. Namun, ada pula orang yang memiliki telapak kaki merata (tidak memiliki lengkungan). Kaki yang rata justru butuh sokongan yang lebih. Bicarakanlah pada dokter kaki Anda untuk memastikan Anda mendapatkan sepatu yang nyaman dan tepat untuk kondisi kaki Anda.

5. Hati-hati sepatu dengan hak tinggi, juga sendal jepit
Sepatu wanita yang memiliki hak lebih dari 3 inchi mungkin akan terlihat glamor, namun, para ahli penyakit kaki sangat tidak menyarankan untuk menggunakan sepatu ini. Jika memang perlu, sebaiknya hanya mengenakan sepatu yang memiliki hak tinggi pada kesempatan-kesempatan tertentu saja, dan jangan menggunakannya sambil berdiri berjam-jam.

Hak tinggi memang terlihat seksi dan cantik, namun bisa sangat jahat pada kaki. Semakin tinggi hak yang dikenakan, makin besar tekanan yang ditempa pada tumit kaki. Jika Anda melihat ada kemungkinan friksi yang bisa makin parah jika Anda mengenakan sepatu yang sedang Anda gunakan, segeralah kenakan plester sebelum tambah parah. Seringkali pergesekan pada kaki yang membuat kaki melepuh, terjadi pada sepatu tertutup atau pada bagian tumit.

Salah satu yang menjadi perhatian para ahli penyakit kaki adalah sandal jepit. Jika Anda terlalu sering menggunakan sandal jepit, Anda akan membahayakan kaki. Pasalnya, sandal jepit tidak memberikan proteksi cukup, tak ada sokongan pada kaki, dan tidak menyediakan stabilitas. Sandal jepit boleh dikenakan, asalkan jangan mengandalkan sandal jepit saat Anda banyak berjalan. Jika memang harus sering menggunakan sandal jepit, disarankan untuk mencari yang memiliki sokongan pada bagian melengkung telapak kaki.

6. Bertelanjang Kaki
Bagi Anda nyang memiliki kaki bebas masalah sesekali berjalan dengan bertelanjang kaki masih diperbolehkan di lokasi yang aman, asalkan telapak kaki Anda masih menyimpan lemak dan tidak ada kulit retak. Namun, jika memang sudah ada masalah, sebaiknya jangan berjalan bertelanjang kaki.

Perhitungkan lokasi tempat Anda ingin berjalan bertelanjang kaki, seperti kamar mandi fitness center yang bisa menularkan jamur pada kaki, atau ruangan yang penuh rumput, karena Anda tak bisa melihat benda tajam di bawah rumput yang bisa saja menyakiti kaki Anda. Begitu pun kondisi kesehatan, misal, orang yang menderita diabetes, sebaiknya menghindari berjalan kaki tanpa alas kaki, karena kondisi diabetes bisa saja memiliki masalah saraf yang membuat mereka tak bisa merasakan kondisi pada kakinya, ditambah lagi, memiliki penyakit ini membuat seseorang sulit melawan infeksi pada kakinya.

Selasa, 02 November 2010

the 3 Steps of Faith



Berbicara tentang iman, banyak orang kristen yang merasa sudah tak perlu mempelajarinya. Padahal, iman dalam diri seseorang perlu pertumbuhan, bukan hanya pernyataan di mulut bahwa ia mempunyai iman. Iman adalah kunci bagaimana Petrus si nelayan bisa menyembuhkan orang lumpuh, berjalan di atas air, Daniel lepas dari santapan singa, dan rasul-rasul lainnya yang mengadakan mujizat .
Mari kita sama-sama pelajari lebih dalam mengenai langkah-langkah iman.

#1  Knowledge
 Seorang pengikut Kristus yang tidak punya pengetahuan akan firman Allah sudah pasti tidak mempunyai iman. Alkitab berkata "iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran akan firman Allah"... Seseorang tidak akan bisa percaya perkataan Yesus "mintalah dalam namaKu maka akan diberikan" jika ia tidak pernah tahu tentang perkataan Yesus itu. Jadikan pembacaan alkitab sebagai perenungan kita, bukan sebagai paksaan dan rutinitas, maka kita akan rasakan betapa janji-janji Tuhan adalah Ya dan Amin.
     
#2  Growing in Faith 
(baca: Ibrani 4:2)
      Langkah kedua yang perlu ada dalam hidup orang percaya adalah bertumbuh dalam iman. Seseorang boleh punya pengetahuan Firman Allah tetapi jika ia tidak mengijinkan iman itu bekerja dalam dirinya, maka sama sekali tidak ada faedahnya. Saya berpikir, sewaktu Nuh membangun bahteranya selama 120 tahun, ia tidak membangun sendirian. Saya yakin ia mempunya tim untuk membangun bahtera raksasa tersebut. Para tukang pekerja Nuh pasti tahu apa tujuan dari pembuatan bahtera itu. Tetapi ironisnya, mereka tidak masuk di dalamnya. Mereka boleh tahu tentang tujuan bahtera ini dibuat, tetapi mereka tidak terlibat di dalamnya.
      Saya pernah membaca 1 buku yang ditulis oleh Kenneth and Gloria Copeland, dan ia menulis tentang "Four Words That Works". Dalam bukunya mereka mengatakan ada empat kata yang dapat membuat hidupmu berkemenangan dalam iman, yaitu "I believe, I receive". Saat anda berputus asa dengan masalah kesehatan anda, katakan dengan iman "I believe, I receive my health" then your faith is released.
      Mari kita sama-sama belajar dari Musa yang "tidak pandai bicara" itu:
      Ibrani 11:27
"dengan iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka Raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan"
      Terjemahan Amplified bible akan lebih mengajar kita:
      Hebrew 11:27 : " by faith he left Egypt behind him, being unawed and undismayed by the wrath of the king; for he never flinched but held staunchly to his purpose and endured steadfastly as one who gazed on Him Who is invisible."
      Pertanyaannya adalah, sebagai orang percaya apakah kita sudah seperti Musa yang "never flinched but held staunchly to his purpose" (dengan tidak putus asa dan tetap teguh pada tujuannya) dan bergantung kepada Tuhan meskipun kita tidak melihat Dia?

# 3  Sharing Your Faith 
Langkah ketiga yang harus dimiliki orang percaya setelah ia punya pengetahuan dan bertumbuh dalam      iman adalah membagikan iman dan kesaksiannya bagi orang-orang sekitarnya. Paulus berkata dalam Filemon 1:6: 
"I pray you'll be active in sharing your faith so you have a full understanding of the blessings we have in Christ"
Iman yang kita bagikan bisa membuat mereka yang belum percaya menjadi percaya, dan yang sudah percaya menjadi lebih beriman, tentunya dengan kuasa Roh Kudus. 


 BELIEVING is the KEY to everything in the Kingdom of God
                                                                                                           

                                                                                       Lin