Suatu hari paman saya berkata, "hidup ini cuma satu kali...kamu inget ya lin, kita yang PILIH hidup kita ujungnya nanti mau gimana.."
Saya ga tau kenapa, nasehat inilah yang selalu saya ingat. Ia banyak kali mengingatkan tentang berani bermimpi besar, berani melangkah, dan saya setuju dengan dia. Banyak kali hidup kita diisi dengan hal-hal tak berarti yang hanya membunuh masa muda kita. Saya yakin bahwa masa muda Tuhan berikan pada setiap orang sebagai masa-masa paling produktif. Dimana pada masa itu, banyak orang bisa membuat sejarah atau melakukan sesuatu yang besar dan berdampak.
Saya adalah seorang yang ga pernah takut untuk mimpi besar. Dari saya SMA, saya sudah set banyak mimpi besar yang saya jadikan dorongan untuk diri saya untuk maju dan berusaha. Lebih baik mimpi saya sebesar bumi dan hanya tercapai sebesar pulau, daripada mimpi saya hanya sebesar pulau dan tercapai semuanya.
Sedikit cerita tentang saya. Saat kumpul-kumpul dengan keluarga dan saudara-saudara saya, pertanyaan yang SELALU dilemparkan buat saya adalah, "kapan punya pacar? orang lain uda pada mau nikah, kamu belom punya pacar.."
Saya hanya jawab "May...'' (hahaha...)
Banyak juga saya dengar teman-teman yang suka iseng (becanda tapi sedikit serius) bilang "elin mah ngga gaul....ngga pacaran.." dan saya hanya tertawa...
Just my opinion. Buat saya, hal itu bukannya tidak penting. Soal pasangan hidup memang penting. Jika sudah merasa waktunya, silahkan jalani sebuah hubungan yang sehat, berkualitas, dan saling mendukung. Tetapi jika kita bisa mendapat kesempatan untuk mengembangkan diri sebelum menjalin hubungan, itu akan lebih membuat kita terfokus dengan apa yang kita set dari awal. (Tetapi bukanlah suatu kesalahan jika pada saat mengembangkan diri kita, kita bertemu dan menjalin hubungan berkualitas dengan orang yang tepat).
Nah di sinilah yang dinamakan pilihan. Hidup kita, selain Tuhan, ujungnya kita juga yang tentukan.
Kita yang masih muda memilih untuk malas dan tidak berkembang? Kita yang tentukan hidup kita. Memang Tuhan punya rencana buat hidup manusia. Tetapi banyak kali manusia tidak bisa bekerja sama dengan Tuhan dalam mewujudkan rencana indah (yer 29:11) itu.
Our choices determine our future.



