Jumat, 01 April 2011

CHOICES



Suatu hari paman saya berkata, "hidup ini cuma satu kali...kamu inget ya lin, kita yang PILIH hidup kita ujungnya nanti mau gimana.."

Saya ga tau kenapa, nasehat inilah yang selalu saya ingat. Ia banyak kali mengingatkan tentang berani bermimpi besar, berani melangkah, dan saya setuju dengan dia. Banyak kali hidup kita diisi dengan hal-hal tak berarti yang hanya membunuh masa muda kita. Saya yakin bahwa masa muda Tuhan berikan pada setiap orang sebagai masa-masa paling produktif. Dimana pada masa itu, banyak orang bisa membuat sejarah atau melakukan sesuatu yang besar dan berdampak.

Saya adalah seorang yang ga pernah takut untuk mimpi besar. Dari saya SMA, saya sudah set banyak mimpi besar yang saya jadikan dorongan untuk diri saya untuk maju dan berusaha. Lebih baik mimpi saya sebesar bumi dan hanya tercapai sebesar pulau, daripada mimpi saya hanya sebesar pulau dan tercapai semuanya.

Sedikit cerita tentang saya. Saat kumpul-kumpul dengan keluarga dan saudara-saudara saya, pertanyaan yang SELALU dilemparkan buat saya adalah, "kapan punya pacar? orang lain uda pada mau nikah, kamu belom punya pacar.."
Saya hanya jawab "May...''  (hahaha...)
Banyak juga saya dengar teman-teman yang suka iseng (becanda tapi sedikit serius) bilang "elin mah ngga gaul....ngga pacaran.." dan saya hanya tertawa...

Just my opinion. Buat saya, hal itu bukannya tidak penting. Soal pasangan hidup memang penting. Jika sudah merasa waktunya, silahkan jalani sebuah hubungan yang sehat, berkualitas, dan saling mendukung. Tetapi jika kita bisa mendapat kesempatan untuk mengembangkan diri sebelum menjalin hubungan, itu akan lebih membuat kita terfokus dengan apa yang kita set dari awal. (Tetapi bukanlah suatu kesalahan jika pada saat mengembangkan diri kita, kita bertemu dan menjalin hubungan berkualitas dengan orang yang tepat). 

Nah di sinilah yang dinamakan pilihan. Hidup kita, selain Tuhan, ujungnya kita juga yang tentukan.
Kita yang masih muda memilih untuk malas dan tidak berkembang? Kita yang tentukan hidup kita. Memang Tuhan punya rencana buat hidup manusia. Tetapi banyak kali manusia tidak bisa bekerja sama dengan Tuhan dalam mewujudkan rencana indah (yer 29:11) itu.


Our choices determine our future.  

Senin, 07 Februari 2011

F E A R -- Only 4 Letters



Saya sangat suka menyaksikan acara TV "fear factor" setiap hari minggu malam. Bisa dibilang saya paling menunggu acara tersebut sejak saya pertama kali menyaksikannya. Pasti sebagian besar dari Anda tau acara apakah ini. Yang pasti bukan acara memasak, bukan sinetron, dan bukan acara how to become a good parents. Acara ini menantang keberanian dari seseorang untuk menyelesaikan tantangan dan mendapatkan reward US$50.000. Kalau kita lihat jumlah uangnya, mungkin kita akan melupakan rasa takut kita.

Ada satu pelajaran yang saya lihat dari seorang peserta di episode minggu lalu. Ia yang berhasil memenangkan kompetisi ini. Biasanya di akhir acara, Joe Rogan (host) akan berkata kepada sang pemenang. "Jelas rasa takut bukanlah penghalang bagimu". Dan ia menjawab "ya, FEAR is only 4 letters, ha?...
(FEAR hanya 4 huruf kan?)...

Terkadang kita tidak bisa mengalahkan rasa takut kita. Takut akan apapun. Dari kalimat yang diucapkan sang pemenang fear factor ini jelas kita lihat ia sangat bisa menaklukkan rasa takut dari tantangan yang diberikan. Tantangan dari acara fear factor ini bukanlah tantangan yang gampangan.

Saya adalah seorang wanita yang sangaaaat takut sama serangga (ngaku nih.. haha)...apalagi kecoa... Kalo saya punya uang banyak, hal pertama yang saya akan beli adalah mesin pembasmi kecoa, sehingga saya juga memberikan kedamaian bagi para wanita yang sejenis dengan saya. Tapi terkadang saya berpikir harusnya ketakutan itu pasti bisa ditaklukkan. ini hanya salah satu contoh.

Banyak hal lain yang ditakuti oleh manusia. Takut ketinggian, takut binatang, takut ngomong di depan umum, takut setan, takut kiamat, takut mencoba sesuatu yang baru, takut mengambil keputusan, takut sakit hati, takut sama badut (haha), dan masih banyak lagi. Ketakutan yang saya sebutkan barusan, benar-benar terjadi di org-org yang dekat dengan saya.
Dan saya tetap berpikir, ketakutan ini pasti bisa ditaklukkan.

Tetapi jangan hanya berpikir, mari kita sama-sama bertindak untuk menaklukkan rasa takut tersebut. Ketakutan membuat kita tidak berani melangkah untuk sesuatu yang lebih baik. Apalagi kita yang adalah anak-anak Tuhan. Dia yang menaruh keberanian di hati kita. Ada satu peristiwa ketika Ia bersama murid-murid-Nya yang ketakutan terkena badai waktu berlayar, di sana Ia tertidur karena lelah, tetapi ini menunjukkan betapa tidak takutnya Dia meskipun sebagai manusia. Dan satu hal yang pasti, Dia mati untuk berikan kemenangan buat kita. Kemenangan dari hal apapun. (dan ini membuat saya berpikir, takut serangga adalah hal yang tidak seharusnya. haha.)

So, apa ketakutan yang kita alami? Mari kalahkan dan jadi pribadi yang berkemenangan bersama Tuhan.

Selasa, 25 Januari 2011

Open Your Day with Give thanks



Biasanya keseluruhan hari anda ditentukan dari hal yang anda mulai di pagi hari. Kalau kita memulai hari kita dengan terburu-buru dan kemarahan, biasanya hari itu akan terasa sangat tidak menyenangkan dan kita akan merasa banyak hal membuat kita marah.

Begitu pula hal nya dengan memulai hari dengan kesedihan dan tiada semangat. Hari itu akan terasa sangaaaat panjang dan melelahkan.
Beberapa kali saya mengalami hal ini, dan merasa sangat menyesal melewati dengan sia-sia 1 hari yang Tuhan berikan.

Tetapi lain hal nya jika kita memulai hari kita dengan ucapan syukur dan hati yang damai serta bersemangat. Ucapan syukur kepada Tuhan karena IA melindungi dan menjaga kita serta memberkati kita saat kita beristirahat. Masalah di hari kemarin mari kita lupakan dan memulai hari yang baru dengan satu pikiran bahwa segala masalah  akan ada jalan bersama Tuhan. Kita akan merasa hari itu akan terasa ringan meskipun banyak masalah yang datang.

Jangan pernah takut pada masalah. Ada seorang hamba Tuhan dengan iman ia buka jendela kamarnya di pagi hari dan berkata "selamat datang masalah". Ia tau bersama Tuhan kita pasti menang.

So, mari kita buka hari kita dengan hal yang baik, karena kita tahu, kalau Tuhan memberikan kita satu hari ini, pasti ada satu maksud dan tujuan. Jangan habisi harimu dengan kemarahan, ketidakdamaian, tidak bersemangat, kebencian, dan sebagainya.

His grace is more than enough for us.

Someone Cares


Someone cares
and always be
The world forget you but God loves you still

You cannot go beyond His love
no matter what your guilty of
He always loves you
He really loves you

He knows your pain and all your loneliness
His watchful eyes know every path you've made

You cannot go beyond His love
no matter what your guilty of
He will do miracle for you
right here right now

His love is tender
to mend the broken heart
cast down your worries
and He will set you free
He's more than able
to make your life a new

Someone cares
Jesus cares for you



-a song by JAM-

Selasa, 18 Januari 2011

Be Brave to Take Your Responsibility




Banyak orang tidak mau mengalami dan mengusahakan peningkatan dari tahun ke tahun, apalagi memikirkan pencapaian baru dalam hidupnya di tahun mendatang.
Semua berawal dari komitmen pribadi kita akan masa depan kita, usaha kita mencapainya, dan yang paling utama adalah harapan kita kepada Sang Pemberi masa depan.
Saya dengan tim pelayanan baru menyelesaikan beberapa rapat kerja untuk tahun 2011 ini. Pencapaian yang lebih dari tahun sebelumnya haruslah dipersiapkan dan dicapai. Dalam mencapai hal tersebut, tanggung jawab yang ada juga lebih dari pada tahun sebelumnya. At least, kita bergerak dari satu hal yang di level lebih rendah, ke level yang lebih tinggi.
Saya baru saja membaca sebuah quote dari Mark Twain, "twenty years from now you will be more disappointed by the things you didn't do than by the things you did."
Saya setuju dengan quote ini. Banyak kali ketidakberanian kita mengambil sebuah langkah untuk melakukan sesuatu, akan menjadi penyesalan kita yang sangat besar di tahun mendatang daripada penyesalan kita akan kesalahan yang pernah kita lakukan. Dari kecil saya memang bukan pemberani. Apalagi dalam hal mengambil keputusan. Tetapi selama tahun-tahun belakangan ini Tuhan membawa saya banyak belajar apa artinya berani melangkah meskipun terkadang mungkin salah. Dalam pelayanan pun, saya banyak sekali diberi kesempatan untuk berani mengambil satu langkah dan keputusan yang memang kadang di dalamnya ada kesalahan. Tetapi setelah beberapa tahun berlalu, saya rasakan dampaknya bagi diri saya, saya tidak penakut seperti dulu. Saya kenal beberapa orang berani seperti beberapa pemimpin di gereja dan beberapa teman sepelayanan saya, dan saya belajar dari mereka. Kegagalan bukan penghalang.
Di tahun yang baru ini, seberapa besar tanggung jawab yang harus anda ambil? Jangan pernah takut untuk mengambilnya dan berikan yang terbaik. Lupakan perkataan orang yang selalu mengatakan bahwa kita tidak bisa dan selalu gagal.
So now, take your responsibility and look forward!
With God all things are possible.

(akhirnya... setelah sekian lama saya bisa sentuh laptop saya lagi...)haha.